1
Pria
bijak menyapaku dalam sepi
Mengurai
do’a dan secarik semangat
Menghidupkan
malamku yang selalu hening
2
Pria
bijak jangan biarkan perih mengiris-iris lagi
Biarlah
semua bermuara di lautan duka
Menenggelamkan
benci dan kecewamu atas masalalumu
3
Aku
kagum akan perangaimu
Masalalu,
entah apapun itu celotehmu
Menjadi
renungan terdalam
Hidup
bukan hanya sebatas akademik, dan hidupmu penting bagiku
4
Dan
ketika malam menyergap merayap pada resah,
Kau
membuat hatiku tersentak dengan rangkaian nasehatmu
Menderaikan
airmata yang terbendung membasahi pipi
“Hidup
itu sebenarnya memang benar pilihan, dan sangat ditentukan dengan pilihan”,
bait kata terakhirmu malam itu
5
Seperti
puisi yang membius relung hati
Kata2mu
selalu saja menjadi penyegar dahaga jiwa
Tak
ada do’a setulus hati yang kutemukan
Kecuali
dari paras teduhmu
6
Zafran,
begitulah aku memanggilmu
Bukan
karna sekedar aku mengidolakan tokoh itu
Tapi
karna berharganya kau bagiku
7
Aku
berdiri di pintu pagar ruang hatimu
Menyuguhkan
segenggam rasa yang aku tak tau apa namanya
Dan
aku tak berharap kau mengizinkanku menerobos hatimu
8
Mataku
basah saat kau bicara tentangnya
Detik
itu hatiku mengabarkan kenyataan
Bahwa
cintalah yang aku genggam untukmu
9
Kau
tau, sejak pertama melihat matamu
Hatiku
tergerak menelusuk tentangmu jauh lebih dalam
Mungkin
sejak saat itu ada cinta untukmu
Hanya
saja aku tak menyadarinya
10
Dan
ketika aku memilih mencintaimu dalam diam,
Kaupun
tau tentang cinta itu
“Jangan
takut dengan cinta, takutlah bila kita tidak bisa merasakan cinta”, katamu
menenangkanku
11
Aku
hanya takut kau tak ingin dicintai
Takut
kau tak nyaman dengan cinta ini
Dan
seperti sediakala, kau membiusku dengan nasehat
Juga
dengan untaian do’a penyejuk
Yang
cukup menjatuhkan air dimataku
12
Aku
dilema, sungguh dalam kebimbangan
Ingin
menjauh
Tapi
ingin pula selalu dekatmu
13
Bukan
aku merasa tak nyaman dengan keadaan
Hanya
hatiku yang semakin bergetar bila dekatmu
14
Aku
memang selalu takut mencintai,
Apalagi
bila cinta itu bertepuk sebelah tangan
Bukan
aku berharap kaupun mencintaiku
Hanya
tak ingin kau jengah dengan cintaku
15
Rindu
selalu saja menyapaku
Cukup
lama aku tak melihat senyum teduhmu
16
Saat
aku berdo’a, “Tuhan, pertemukan aku dengannya satu detik saja”
Tuhan
pun menjawab do’aku
Dan
hatiku runtuh begitu hening melihatmu didepanku
Benar
saja, hanya satu detik
Karna
aku melangkah cepat menutup malu melihatmu
17
Ketika
saat ini pun kau menjauh
Nyatanya
hatiku masih saja bergetar karnamu
Dan
mimpi tentangmu belum saja selesai
18
Aku
memang bukan hanya mengagumimu layaknya penggemar terhadap idola
Tapi
aku mencintaimu, lebih dari sekedar idola
19
Bersediakah
kau mencintaiku? Aku rasa tidak
Kau
tetap idola, yang tak mungkin mencintai penggemarnya
20
Benar
kata sahabatmu,
Bagaimana
mungkin aku mencintai seseorang sampai begini
21
Aku
tak pernah tau apa alasannya
Karna
akupun baru merasakan cinta sedalam ini
Cinta
yang kata sahabatmu, “tak pernah diberi sesuatu yang spesial, tak pernah ada
perlakuan lebih dari sang laki2, tapi tak pernah marah, dan itu impossible....”
22
Kekasih
pertama bukan berarti cinta pertama
Dan
aku baru merasakan cinta seperti ini
Mungkinkah
kau cinta pertamaku? Entahlah
Hanya
Tuhan yang tau
24
Aku
tak pernah berharap apapun
Hanya
bahagiamu yang selalu aku harap dalam setiap nafasku
25
Kenangan
kita memang tak banyak
Tapi
sedikit saja kau berceloteh
Telah
tersimpan lama dalam memoriku
Entah
sampai kapan
26
Entah
dimana keberadaanmu kini
Yang
aku tau, kau masih tetap dihatiku
Kau
masih saja indah bersama kata-katamu yang menjadi siluet...
#Aku
tak ingin dianggap spesial olehmu, yang aku tau...kau selalu spesial untukku
zafran
Biarkan
kata-katamu menari indah bersama sosokmu yang belum saja hilang dari benakku