Selasa, 06 Januari 2015

Assalamu'alaikum Beijing Tidak Layak Tayang di Indonesia

Menjelang akhir tahun 2014, sosial media ramai mempromosikan film yang diangkat dari novel karya idola saya, Asma Nadia. Saya sempat membeli novelnya, tapi belum sempat dibaca udah keburu dipinjem temen dan hilang :(. Saya penasaran, sangat ingin membaca novelnya. Tapi...keburu difilm-kan, dan belum juga beli lagi novelnya.  Alhasil, saya terus-terusan mantengin jadwal tayang film ini. 
Tanggal 30 Januari 2014 adalah hari pertama tayang film ini di seluruh bioskop Indonesia. Malam hari tanggal 29 Januari 2014, saya gak tenang..gak bisa tidur. Terus ngulik jadwal nonton. Sampai subuh tiba, saya baru bisa senyum. Karena jadwal nonton baru diupdate dan benar ternyata, film ini tayang tanggal 30 Januari 2014. Baiklah, saat itu saya hubungi teman dan ajak dia nonton. Tapi...pagi itu ada kegiatan mendadak yang mengharuskan saya membatalkan rencana nonton :(.
Esok hari, tanggal 31 Desember 2014. Saya mengcancel semua jadwal demi nonton film ini. Sepagi mungkin saya berangkat ke bioskop, antisipasi antri tiket. Tepat pukul 11.45 filmnya dimulai. 
Awal cerita, ada dialog yang cukup menghentakkan hati saya. 
Dewa: "Demi Allah, aku selalu menjaga perasaan kesetiaanku ini sama kamu"
Asmara: "Jangan sandingkan nama Tuhan dengan kebohongan!".
Yang terjadi sebenernya adalah, Dewa menghianati Asmara. Ia mengakui kesalahannya saat detik-detik menjelang pernikahan mereka. Hal ini jelas bertentangan dengan ucapan Dewa yang mengatakan 'setia', dan ia membawa nama Allah. Itu hal yang sering terjadi di kehidupan nyata, dan pernah juga saya alami. Heu...curcol.
Kesalahan yang dilakukan Dewa sangat membuat Asmara terpukul, hingga Asmara memutuskan bekerja di Beijing. Meski Dewa menyusulnya ke Beijing, tapi Asmara enggan membuka hati lagi untuk Dewa. Ia lebih nyaman dengan seseorang yang baru dikenalnya bernama Zhong Wen. 
Film ini bukan hanya membuat airmata memenuhi pipi, tapi juga mengundang derai tawa. Kejenakaan muncul dari tokoh bernama Sekar dan Ridwan. Lalu, bagaimana akhir perjalanan cinta Asmara? bagaimana pula peran Zhong Wen dalam kehidupan Asmara?.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari film ini, terutama tentang ketulusan mencintai :). 
Saya rasa, film ini tidak layang tayang di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Dunia harus tahu, bahwa Indonesia punya film berkualitas seperti ini yang harus ditonton. 
Ada yang belum nonton? Ayo segera nonton sekarang jugaaa!!!!! sebelum menyesal nantinya :).