Minggu, 01 Februari 2015

Meraih Rembulan

Terlalu lama rasanya
Kau coba aku, ya Tuhan
Terlalu jauh ku berjalan
Mencari dan mencari
Adakah lagi yang lebih sakit
Dari yang kurasakan kini
Mampukah aku untuk bertahan
............................................
(Meraih Rembulan-Song by: Nike Ardila)
 
       Tuhan, rasanya....cobaan yang Kau beri sudah terlalu lama. Bahkan sampai aku jengah menghitung berapa banyak laki-laki yang menyakitiku atas nama cinta. Aku tahu, bukan cinta yang salah. Tapi insan yang Kau anugerahkan cintalah yang salah. Aku? benarkah aku korban cinta?. Aku yang terlalu baik atau mereka yang terlalu jahat?. Atau Kau senang mengujiku, Tuhan? hingga seseorang yang aku anggap insan paling baik yang pernah hadir di kehidupanku pun nyatanya jauh dari prasangka baikku. Nyatanya....dialah yang paling menghancurkan aku. Menghancurkan hati, pikiran, dan hidupku. Ini bukan sekedar ucapan berlebihan. Nyatanya seperti itu, aku hancur. 
         Ingin rasanya aku masuk ke dalam otaknya, mengusik pikirannya, hingga aku bisa tahu....apa yang ada dalam pikirannya saat mengatakan cinta padaku?. Apa dia memang sudah merencanakan untuk menyakitiku? apa baginya, aku hanyalah boneka yang bisa ia mainkan sesukanya?. Sungguh, Kau Maha segalanya Tuhan. Aku percaya, Kau telah sediakan seseorang yang bisa membuatku bahagia tanpa ada lagi goresan luka di hatiku, tanpa ada lagi tetesan airmata yang setiap malam membuatku menderita. 
        Tuhan, walau bagaimanpun....sejahat apapun ia, sekejam apapun ia menggores luka di hatiku, aku tetap ingin ia bahagia. Biar saja ia beranggapan aku bodoh, karena masih saja mau mendo'akannya meski ia telah menyakitiku. Biar saja ia merendahkan aku, karna aku masih mencintainya meski ia telah berhasil melukaiku. Biar saja....aku hanya ingin ia bahagia. 
Masih adakah harapanku
Masih adakah kesempatan
Untuk meraih rembulan
...............................
(Meraih Rembulan-Song by: Nike Ardila)

         Aku yakin, Kau tak akan membiarkan hamba-Mu terus menderita. Aku yakin, suatu hari...aku bisa meraih rembulan. Aku.....selalu pasrah, menyerahkan sepenuhnya pada-Mu atas urusan hati ini Tuhan. Kau tak pernah tidur. Kau pun tahu, siapa saja yang menyakitiku. Semoga Engkau tak menghukum mereka atas perbuatan mereka yang telah menghancurkan hatiku.

Akan tetapku pertahankan
Di jalan-MU, ya Tuhan
Tantangan berat tlah Kau berikan
Membuat aku goyah akan hidup
Kembali kusadari diriku
Terasa ada yang tak sempurna
Bukanku sesali keadaan namun kenyataan
......................................
 (Meraih Rembulan-Song by: Nike Ardila)

Selasa, 06 Januari 2015

Assalamu'alaikum Beijing Tidak Layak Tayang di Indonesia

Menjelang akhir tahun 2014, sosial media ramai mempromosikan film yang diangkat dari novel karya idola saya, Asma Nadia. Saya sempat membeli novelnya, tapi belum sempat dibaca udah keburu dipinjem temen dan hilang :(. Saya penasaran, sangat ingin membaca novelnya. Tapi...keburu difilm-kan, dan belum juga beli lagi novelnya.  Alhasil, saya terus-terusan mantengin jadwal tayang film ini. 
Tanggal 30 Januari 2014 adalah hari pertama tayang film ini di seluruh bioskop Indonesia. Malam hari tanggal 29 Januari 2014, saya gak tenang..gak bisa tidur. Terus ngulik jadwal nonton. Sampai subuh tiba, saya baru bisa senyum. Karena jadwal nonton baru diupdate dan benar ternyata, film ini tayang tanggal 30 Januari 2014. Baiklah, saat itu saya hubungi teman dan ajak dia nonton. Tapi...pagi itu ada kegiatan mendadak yang mengharuskan saya membatalkan rencana nonton :(.
Esok hari, tanggal 31 Desember 2014. Saya mengcancel semua jadwal demi nonton film ini. Sepagi mungkin saya berangkat ke bioskop, antisipasi antri tiket. Tepat pukul 11.45 filmnya dimulai. 
Awal cerita, ada dialog yang cukup menghentakkan hati saya. 
Dewa: "Demi Allah, aku selalu menjaga perasaan kesetiaanku ini sama kamu"
Asmara: "Jangan sandingkan nama Tuhan dengan kebohongan!".
Yang terjadi sebenernya adalah, Dewa menghianati Asmara. Ia mengakui kesalahannya saat detik-detik menjelang pernikahan mereka. Hal ini jelas bertentangan dengan ucapan Dewa yang mengatakan 'setia', dan ia membawa nama Allah. Itu hal yang sering terjadi di kehidupan nyata, dan pernah juga saya alami. Heu...curcol.
Kesalahan yang dilakukan Dewa sangat membuat Asmara terpukul, hingga Asmara memutuskan bekerja di Beijing. Meski Dewa menyusulnya ke Beijing, tapi Asmara enggan membuka hati lagi untuk Dewa. Ia lebih nyaman dengan seseorang yang baru dikenalnya bernama Zhong Wen. 
Film ini bukan hanya membuat airmata memenuhi pipi, tapi juga mengundang derai tawa. Kejenakaan muncul dari tokoh bernama Sekar dan Ridwan. Lalu, bagaimana akhir perjalanan cinta Asmara? bagaimana pula peran Zhong Wen dalam kehidupan Asmara?.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari film ini, terutama tentang ketulusan mencintai :). 
Saya rasa, film ini tidak layang tayang di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Dunia harus tahu, bahwa Indonesia punya film berkualitas seperti ini yang harus ditonton. 
Ada yang belum nonton? Ayo segera nonton sekarang jugaaa!!!!! sebelum menyesal nantinya :).